{"id":2321,"date":"2023-05-25T06:35:31","date_gmt":"2023-05-24T23:35:31","guid":{"rendered":"https:\/\/gbiyabes.id\/home\/?p=2321"},"modified":"2023-05-25T06:35:31","modified_gmt":"2023-05-24T23:35:31","slug":"roh-kudus-membetuk-karakter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbiyabes.id\/home\/?p=2321","title":{"rendered":"ROH KUDUS MEMBETUK KARAKTER"},"content":{"rendered":"\n<p><em>SARIPATI<\/em><br><em>Santapan Harian Pembaharu Hati<\/em><br>( Kamis, 25 Mei &#8217;23 )<\/p>\n\n\n\n<p><em>ROH KUDUS MEMBETUK KARAKTER<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya semua karakter manusia telah rusak. Mengapa? Seban seharusnya karakter manusia itu segambar dan serupa dengan Allah Sang Pencipta. Tetap setelah jatuh dalam dosa maka, dalam di manusia, termasuk kita telah dikuasai dosa, sehingga lebih cenderung hidup tidak sesuai dengan citra Allah. Tidak mungkin kita mampu kembali menjadi manusia berkarakter Allah, jika tanpa peran serta Allah. Itu sebabnya Hanya oleh ROH KUDUS kita dimungkinkan menjadi &#8220;manusia Allah&#8221;. Sebab Roh Kudus berkuasa dan sanggup mengubahkan kita ketika kita mau hidup dipimpin dan tunduk pada Roh Kudus, sehingga kira menjadi ciptaan baru, manusia baru dalam Kristus.<br><em>2 Korintus 5:17<\/em><br><em>Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.<\/em><br><em>Roma 8:9<\/em> <em>Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Amin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SARIPATISantapan Harian Pembaharu Hati( Kamis, 25 Mei &#8217;23 ) ROH KUDUS MEMBETUK KARAKTER Pada dasarnya semua karakter manusia telah rusak. Mengapa? Seban seharusnya karakter manusia itu segambar dan serupa dengan Allah Sang Pencipta. Tetap setelah jatuh dalam dosa maka, dalam di manusia, termasuk kita telah dikuasai dosa, sehingga lebih cenderung hidup tidak sesuai dengan citra [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-2321","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-santapan-harian-pembaru-hati"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbiyabes.id\/home\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2321"}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbiyabes.id\/home\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbiyabes.id\/home\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbiyabes.id\/home\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbiyabes.id\/home\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2321"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/gbiyabes.id\/home\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2321\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2322,"href":"https:\/\/gbiyabes.id\/home\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2321\/revisions\/2322"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbiyabes.id\/home\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2321"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbiyabes.id\/home\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2321"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbiyabes.id\/home\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2321"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}