SARIPATI
Santapan Harian Pembaharu Hati
( Rabu, 22 Feb'23 )
BERHENTI MARAH-MARAH, MULAI BERSERAH
MARAH-MARAH sering menjadi respon yang disering kita lakukan saat menghadapi masalah. Bahkan kemarahan kita dilampiaskan ke orang yang tidak ada kaitannya. Bisa saja kepada keluarga di rumah, di jalan, di tempat kerja bahkan di gereja. Jika kebiasaan MARAH-MARAH tidak dihentikan maka berakibat vatal bagi kesehatan: fungsi paru-paru tidak stabil, imunitas tubuh rusak, stroke, sakit jantung lainnya. Marah-marah itu tidak memuliakan Tuhan, menghabat berkat
Yakobus 1:20
sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
UBAHLAH MARAH-MARAH dengan BERSERAH, pasti berkenan dan mendatangkan PERTOLONGAN TUHAN. Amin