SARIPATI
Santapan Harian Pembaharu Hati
( Selasa, 1 Agustus '23 )
DIGENDONG TUHAN
Jika ditanya: kapan kita pernah merasakan digendong? Maka kita jawab: saat kita masih kecil, saat menangis, saat lemah. Ketika iman rohani kita masih kanak-kanak, kita sedang lemah dan hanya bisa menangis; TUHAN menjadi tempat pertolongan kita. Waktu masih anak-anak maka bahasa yang selalu disampaikan untuk minta pertolongan adalah dengan menangis. Lebih baik kita menangis di hadapan Tuhan melalui doa dan penyerahan daripada kita mengeluh menangis di hadapan manusia. Orang lain sering menyalah artikan air mata kita, tetapi TUHAN sangat mengerti Bahasa Air mata kita.
Mazmur 56:9 Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?
SAAT KITA HANYA BISA MENANGIS DI HADAPAN TUHAN, PERCAYALAH DIA MAMPU MENGGENDONG KITA. Amin.