SIRAMI
( Selasa, 23/3/2026 )
PERKATAAN YANG MENYEMBUHKAN BUKAN MENYAKITI
Lukas 5:13
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. ?
Menurut Imamat 13, orang kusta itu sudah menderita, bukan hanya fisiknya tetapi jiwa dan hatinya sakit, atas sanksi sosial atasi stigma sebagai orang najis dan dikucilkan. Tetapi PERKATAAN YESUS TIDAK MENAMBAH UNTUK MENYAKITI tetapi MENYEMBUHKAN. Maka inilah yang harus kita teladani: JANGANLAH PERKATAAN kita menyakiti orang lain, melainkan perkataan yang menyembuhkan. Jika Yesus menyembuhkan dengan kuasaNya atas orang kusta; MAKA kita dapat menyembuhkan hati yang terluka, jiwa yang sakit melalui PERKATAAN kita. Melalui perkataan, kita dapat menyembuhkan orang yang terluka hati, jaga dan perhatikan perkataan agar tidak menyakiti melainkan menyembuhkan orang yang "terluka".
Amen