SIRAMI
( Kamis, 26/3/2026 )
PERKATAAN YANG MENGHIDUPKAN BUKAN MEMATIKAN
Markus 5:35-36, 41
Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?" Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!" Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"
Bagi orang banyak, anak Yairus sudah mati, tetapi Yesus berkata bahwa anak itu hanya tidur. DIA mengulurkan tanganNya dan berkata TALITA KUM = BANGUNLAH, anak itupun hidup kembali. Adalah kita MENGHIDUPKAN semangat dan pengharapan orang lain dengan MENGULURKAN TANGAN KITA? Menolong, mengangkat dan menariknya? Atau justru kita MEMATIKAN semangat orang lain yang sedang menghadapi kesulitan??? Perkataan Yesus yang menghidupkan menjadi pola dan teladan bahwa kita harus "MENGHIDUPKAN" kembali sesama kita yang mulai mati rohani dengan mengulurkan tangan, menariknya dengan menyemangati, sehingga yangterhilang ditemukan dan tertidur dibangkitkan.
Bukan menjadi batu sandungan yang membuat orang lain justru mati rohani. Amin