SIRAMI
( Kamis, 25/6/2026 )
Mengandalkan Tuhan di Tengah Ketidakpastian
Dalam kehidupan, tidak semua hal berjalan sesuai rencana. Ada saat-saat ketika jalan di depan tampak kabur, pintu yang kita harapkan terbuka justru tertutup, dan berbagai pertanyaan memenuhi pikiran. Pada saat seperti itulah Tuhan mengajarkan kita untuk mengandalkan-Nya, bukan hanya ketika kita tidak memiliki pilihan lain, tetapi sebagai gaya hidup iman setiap hari.
Mengandalkan Tuhan berarti percaya bahwa Dia mengetahui apa yang tidak kita ketahui, melihat apa yang tidak kita lihat, dan sedang bekerja bahkan ketika kita belum melihat hasilnya. Iman bukanlah memahami seluruh rencana Tuhan, melainkan mempercayai Pribadi yang memegang rencana itu.
"Seorang anak kecil sedang berjalan bersama ayahnya menyeberangi jembatan yang berkabut tebal. Anak itu tidak dapat melihat ujung jembatan, bahkan tidak dapat melihat jalan beberapa meter di depannya. Namun ia tetap berjalan dengan tenang karena tangannya erat digenggam oleh sang ayah."
Anak itu tidak mengandalkan penglihatannya, tetapi mengandalkan orang yang memegang tangannya.
Demikian juga kehidupan orang percaya. Kita tidak selalu dapat melihat masa depan, tetapi kita mengenal Tuhan yang memegang masa depan. Ketika kita mempercayakan hidup kepada-Nya, kita dapat melangkah dengan tenang meskipun jalan di depan masih berkabut.
Amsal 3:5
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri."