RENUNGAN HARI INI
Jumat, 15 Okt 2021
TEPO SLIRO
Ini istilah dalam bahasa Jawa, kurang lebih artinya : kita menempatkan diri kita dalam diri orang lain, ato menempatkan orang lain dalam diri kita. Contohnya : jika ada orang lain yang sedang sedih, kekurangan, sakit, berbeban berat dan seterusnya. Baik keadaan baik atau tidak baik; bagaimana jika hal itu kita yang merasakan atau mengalaminya. Maka barulah kita bisa berempaty. Karena itu kita akan lebih bijaksana dalam merespon atau memperlakukan orang lain.
Lukas 6:31
Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
Semoga kita tidak mudah menghakimi, tidak mencela atau merendahkan orang lain; sebab kitapun tidak mau diperlakukan demikian.
Kiranya TUHAN menolong & menyertai kita hari ini. Amin